Room

Posted by Rulfhi Pratama on 9:46:00 AM with 1 comment

Berbicara mengenai film “Room” karya Lenny Abrahamson memang tak akan ada habisnya. Berbagai penghargaan didapatkan oleh film ini sebutkan saja nominasi Best Picture, Best Director, Best Adapted Screenplay dan Best Actress Oscar . Film ini sendiri diadaptasi dari sebuah novel best seller karya Emma Donoghue. Room sendiri bercerita mengenai kehidupan Ma dan anaknya Jack yang disekap dalam sebuah ruangan selama bertahun-tahun.

Mendengar judulnya seketika saya teringat dengan kekuatan yang di miliki Trafalgar D. Water Law didalam serial anime One Piece. Kekuatan yang ia dapat setelah memakan buah ope-ope no mi. Yakni jurus yang dinamakan Room: Membuat sebuah ruang bola disekitar targetnya, dimana ia dapat memanipulasi apapun yang ia inginkan dalam berbagai cara.

Ketika si target sudah berada di dalam ruangan yang berbentuk setengah bola ini. Mereka tidak bisa keluar begitu saja. Mereka akan terperangkap disana selama si pembuat jurus menghendaki. Mereka harus rela menyerahkan nasib mereka di tangan si empunya jurus. Sebuah jurus yang cukup mengerikan dan terbukti ampuh ketika melawan pasukan dari angkatan laut. 

Namun Ma dan Jack ini tidak sedang terjebak dalam room yang dibuat Trafalgal Law, tetapi ia terjebak di sebuah ruangan sempit ulah dari bajingan yang biasa dipanggil Old Nick oleh Ma. Ruangan yang sebenarnya sebuah gudang belakang ini hanya dilengkapi satu lubang kecil sebagai masuknya cahaya. Sama seperti para musuh Law, Ma dan jack tak bisa keluar begitu saja dari ruangan tersebut.  

Ma sendiri bisa tersekap di gudang karena ia diculik oleh Nick ketika berusia 17 tahun. Ia dikelabui untuk membantu Nick mencari anjingnya yang hilang, tapi sebenarnya Nick tidak mempunyai seekor anjingpun. Kemudian ia dibawa ke rumah Nick dan mulai di sekap di sebuah gudang.

Semenjak disekap Ma selalu mendapatkan perlakuan yang kasar, ia pun diperkosa berkali-kali oleh Nick. Hingga lahirlah seorang anak bernama Jack. Ia diperbolehkan mengurus dan membesarkan Jack tetapi harus dibesarkan di ruang sempit itu.  Maka dapat dikatakan Jack sama sekali tak pernah mengenal dunia luar. Ma pun harus berjuang sendirian mengajarkan apa yang bisa dia ajar kepada Jack, menceritakan cerita yang bisa dimengerti oleh Jack, agar Jack tetap merasa ceria, sehat seperti anak seumurannya.

Semua kebutuhan Ma dan Jack di penuhi dengan seadanya oleh Old Nick. Namun itu saja tak cukup, karena yang paling mereka butuhkan adalah sebuah kebebasan. Namun Nick telah merampas kebebasan itu. Terlebih Ma yang pernah merasakan apa yang namanya kebebasan, pasti tahu betul rasanya hidup bebas. Sedangkan bagi Jack yang lahir dan tumbuh di sana, tidak tahu arti kebebasan, karena yang ia tahu adalah ibunya, perabotan diruangannya, dan tembok yang membatasi mereka.
Bak katak dalam tempurung, Jack hanya tahu dunia itu sebesar ruangan kamar mereka, yang bisa di sentuh bolak-balik ujung satu ke ujung lainnya. Jack tidak tahu bahwa di luar sana ada dunia yang lebih indah dan dapat memberikan pengalaman baru.

Untunglah Ma menyadari itu, sehingga Ma mencari siasat guna memberikan kebebasan yang belum dikenal oleh Jack. Walaupun kebebasan ini harus mengorbankan dirinya sendiri. Hingga suatu saat, ketika Nick mematikan listrik untuk ruangan mereka selama dua hari berturut-turut. Ma mempunyai ide untuk membuat Jack seolah-olah mati kedinginan akibat Nick mematikan pasokan listrik ke meraka. Dengan mengatakan bahwa Jack telah mati diharapkan Jack bisa dibawa keluar oleh Nick dari ruangan itu dan melarikan diri untuk melapor ke kepolisian sesuai yang instruksi yang telah diberikan Ma.

Akhirnya siasat itu berhasil dijalankan walaupun tak semulus rencana. Hingga polisi menemukan Jack, dan Jack dengan banyak ketakutannya dengan orang-orang yang ia temui, menceritakan singkat-singkat apa yang ia alami kepada polisi. Maklum saja Jack saat itu hanya mengenal manusia itu adalah dirinya dan ibunya, dan yang lainnya tak nyata. Akhirnya polisi menemukan gudang itu dan Ma bisa ikut dibebaskan.

Selepas keluar dari penyekapan tersebut. Jack merasakan dunia luar terasa aneh baginya. Butuh waktu dan pendekatan agar Jack bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya. Terlebih ibunya yang biasa selalu dekat dengan dia terasa semakin menjauh darinya.

Ma memang kelihatan yang paling depresi dari kejadian ini. Setelah keluar dari penyekapan itu Ma jadi sosok yang pemarah, sangat sensitif. Bukan tanpa sebab, ia merasa selama dipenyekapan ibunya tak pernah mencari dia dan mereka tak peduli dengan keberadaannya. Ditambah juga ibunya yang ternyata sudah berpisah dengan ayahnya menambah beban dari Ma.

Bukan itu saja, Ma harus mendapat tekanan dari orang-orang dan para pencari berita yang ingin mengetahui kejadian sebenarnya yang menimpa mereka. Namun lambat laun berkat bantuan orang-orang terdekat terutama Jack, Ma mulai bisa melewati itu semua. Hingga akhirnya Ma dan Jack bisa hidup normal bersama.

Photo Credit to dailynewsservice.co.uk