Monday, August 21, 2017

Para Wanita yang Mulai Mengekspansi di Segala Bidang



Mungkin dahulu wanita berparas cantik selalu identik dengan pekerjaan aktris atau model. Ini sangat wajar saja karena pekerjaan tersebut memang mengharuskan mereka untuk tampil selalu cantik. Karena pekerjaan mereka adalah menjual penampilan, maka sudah selayaknya wajah mereka dirawat sedemikian rupa agar tetap cantik dari segala sudut.

Di era sekarang ekspansi wanita berwajah cantik hampir menyentuh semua bidang pekerjaan. Salah satu penyebabnya adalah semakin meratanya tingkat pendidikan bagi wanita. Semua wanita bisa sekolah dan memilih pekerjaan yang mereka inginkan sesuai dengan passionnya masing-masing.

Belum lagi dizaman sekarang sudah masuk era internet. Hingga dimanapun dan kapapun kaum hawa bisa mencari informasi yang diinginkan lewat internet. Kemudahan mencari infomasi ini akan sangat menunjang untuk pertumbuhan karir seseorang. Semakin banyak menggali informasi maka akan semakin luas juga wawasan yang dimiliki.  

Maka tak heran jika sekarang pekerjaan apapun bisa ditekuni oleh para wanita. Pekerjaan yang dulunya identik dengan kaum adam bisa dijabat juga oleh kaum hawa. Yang penting kaum hawa tersebut telah  memenuhi syarat dan kualifikasi yang telah ditentukan.

Salah satu contoh konkritnya adalah Ratu Tisha. Wajah cantik dan imutnya kini menjabat sekretaris jenderal Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Jabatan ini pun ia dapat setelah melalui serangkaian tes termasuk fit and proper yang diselenggarakan oleh Komite Eksekutif (Exco) PSSI. Pemilihan Ratu Tisha pun tidak sembarangan, ia dicalonkan dan dipilih jadi sekjen PSSI karena dianggap telah sukses mengelola kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia tahun lalu.

Belum terhapus dalam ingatan saya manisnya sosok Ratu Tisha dengan lesung pipinya. Kabar terbaru datang lagi dari aktris yang saya kenal lewat perannya di film 5 cm. Siapa lagi kalau bukan si cantik Raline Shah.

Wanita cantik berdarah melayu ini cukup mengagetkan para netizen, bukan kabar dari doi akan menikah layaknya Raisa. Tapi kabar dari karirnya yang secara mengejutkan ia diangkat menjadi salah satu petinggi maskapai penerbangan yang terkenal dengan tiket murahnya. Ini bukan kabar burung ataupun kabar angin yang berhembur, kabar  ini sudah di sohihkan oleh CEO AirAsia Tony Fernandes melalui akun instagram pribadinya.

“Our new director in AirAsia Indonesia @ralineshah. Smart creative humble. A real coup readying our company for IPO” tulis Fernandes dalam keterangan fotonya.

Walaupun Raline Shah lebih dikenal sebagai aktris film layar lebar, jangan dianggap remeh kemampuan dia dalam bidang akademik. Pada tahun 2008 ia sempat menjadi salah satu finalis Putri Indonesia dan berhasil menjadi putri terfavorit. Bukan cuma itu saja ternyata ia telah menempuh pendidikan tinggi di National University Singapore (NUS). Ia mengambil jurusan ilmu politik dan meraih gelar B.A. Sudah pintar cantik pula lengkap sudah kau menjadi istri abang dek

Maka jika ada yang masih nyinyir dengan jabatan yang didapatkan oleh Raline Shah. Saya akan jadi garda terdepan untuk membela dia karena kalian telah salah menilai. Raline Shah sudah terbukti dan teruji telah lulus dari universitas di Singapura. Jadi boss AirAsia pun sudah melihat latar dan kemampuan yang dimiliki oleh Raline Shah. Berdasarakan itu juga ia sudah layak menempati posisi tersebut.

Kabar yang lebih terbaru, bahwa Raline Shah akan menjabat sebagai komisaris independen. Dimana ia akan bertugas mengawasi setiap operasional dan kinerja para direksi untuk tetap sesuai dengan visi dan misi perusahaan. Sebagai komisaris independen tentunya akan membuat ia menilai setiap masalah lebih objektif. Dan pastinya siapa yang tidak mau diawasi oleh wanita cantik seperti Raline Shah.     

Kecantikan Raline Shah mungkin sebanding dengan kecantikan sang Ratu Astarte di jaman Babylonia. Cukup hanya Raisa saja yang bikin hari patah hati di Indonesia. Andai kata sosok Raline Shah semakin banyak di Indonesia niscaya para jomblo akan lebih giat lagi dalam bekerja.

Tentunya saya merasa senang dengan jabatan baru yang didapat oleh Raline Shah. Ini menjadi sebuah motivasi agar saya bisa lebih baik lagi. Karena jika saya ingin menikahi Raline Shah maka setidaknya saya harus mempunyai jabatan yang setara ataupun lebih.

Nama Raline Shah telah menambah daftar panjang kesuksesan wanita Indonesia di karirnya masing-masing. Ratu Tisha dengan jabatannya sebagai sekjen PSSI, ibu Sri Mulyani yang sukses menduduki posisi penting di IMF sebelum kembali hijrah ke Indonesia. Dan jangan lupakan sosok nyentrik ibu Susi telah sukses membuat Indonesia menjadi negara dengan pemberantasan ilegal fishing terbaik di dunia.

Dan mungkin jika kabar ini terdengar oleh Ibu kita Kartini niscaya beliau akan sangat senang, karena cita-citanya dulu yang diperjuangkan lewat pendidikan untuk mengangkat kaum hawa. Kini mulai menampakan hasilnya. Para srikandi Indonesia mulai naik ke permukaan dan menjabat posisi penting diberbagai sektor.

Maka sekarang tak ada lagi alasan yang bisa menghalangi wanita Indonesia untuk menjajaki karir yang tinggi. Karena wanitapun bisa melakukan apapun jika mereka inginkan.  

Photo Credit to escrevalolaescreva.blogspot.co.id

Wednesday, July 12, 2017

Room


Berbicara mengenai film “Room” karya Lenny Abrahamson memang tak akan ada habisnya. Berbagai penghargaan didapatkan oleh film ini sebutkan saja nominasi Best Picture, Best Director, Best Adapted Screenplay dan Best Actress Oscar . Film ini sendiri diadaptasi dari sebuah novel best seller karya Emma Donoghue. Room sendiri bercerita mengenai kehidupan Ma dan anaknya Jack yang disekap dalam sebuah ruangan selama bertahun-tahun.

Mendengar judulnya seketika saya teringat dengan kekuatan yang di miliki Trafalgar D. Water Law didalam serial anime One Piece. Kekuatan yang ia dapat setelah memakan buah ope-ope no mi. Yakni jurus yang dinamakan Room: Membuat sebuah ruang bola disekitar targetnya, dimana ia dapat memanipulasi apapun yang ia inginkan dalam berbagai cara.

Ketika si target sudah berada di dalam ruangan yang berbentuk setengah bola ini. Mereka tidak bisa keluar begitu saja. Mereka akan terperangkap disana selama si pembuat jurus menghendaki. Mereka harus rela menyerahkan nasib mereka di tangan si empunya jurus. Sebuah jurus yang cukup mengerikan dan terbukti ampuh ketika melawan pasukan dari angkatan laut. 

Namun Ma dan Jack ini tidak sedang terjebak dalam room yang dibuat Trafalgal Law, tetapi ia terjebak di sebuah ruangan sempit ulah dari bajingan yang biasa dipanggil Old Nick oleh Ma. Ruangan yang sebenarnya sebuah gudang belakang ini hanya dilengkapi satu lubang kecil sebagai masuknya cahaya. Sama seperti para musuh Law, Ma dan jack tak bisa keluar begitu saja dari ruangan tersebut.  

Ma sendiri bisa tersekap di gudang karena ia diculik oleh Nick ketika berusia 17 tahun. Ia dikelabui untuk membantu Nick mencari anjingnya yang hilang, tapi sebenarnya Nick tidak mempunyai seekor anjingpun. Kemudian ia dibawa ke rumah Nick dan mulai di sekap di sebuah gudang.

Semenjak disekap Ma selalu mendapatkan perlakuan yang kasar, ia pun diperkosa berkali-kali oleh Nick. Hingga lahirlah seorang anak bernama Jack. Ia diperbolehkan mengurus dan membesarkan Jack tetapi harus dibesarkan di ruang sempit itu.  Maka dapat dikatakan Jack sama sekali tak pernah mengenal dunia luar. Ma pun harus berjuang sendirian mengajarkan apa yang bisa dia ajar kepada Jack, menceritakan cerita yang bisa dimengerti oleh Jack, agar Jack tetap merasa ceria, sehat seperti anak seumurannya.

Semua kebutuhan Ma dan Jack di penuhi dengan seadanya oleh Old Nick. Namun itu saja tak cukup, karena yang paling mereka butuhkan adalah sebuah kebebasan. Namun Nick telah merampas kebebasan itu. Terlebih Ma yang pernah merasakan apa yang namanya kebebasan, pasti tahu betul rasanya hidup bebas. Sedangkan bagi Jack yang lahir dan tumbuh di sana, tidak tahu arti kebebasan, karena yang ia tahu adalah ibunya, perabotan diruangannya, dan tembok yang membatasi mereka.
Bak katak dalam tempurung, Jack hanya tahu dunia itu sebesar ruangan kamar mereka, yang bisa di sentuh bolak-balik ujung satu ke ujung lainnya. Jack tidak tahu bahwa di luar sana ada dunia yang lebih indah dan dapat memberikan pengalaman baru.

Untunglah Ma menyadari itu, sehingga Ma mencari siasat guna memberikan kebebasan yang belum dikenal oleh Jack. Walaupun kebebasan ini harus mengorbankan dirinya sendiri. Hingga suatu saat, ketika Nick mematikan listrik untuk ruangan mereka selama dua hari berturut-turut. Ma mempunyai ide untuk membuat Jack seolah-olah mati kedinginan akibat Nick mematikan pasokan listrik ke meraka. Dengan mengatakan bahwa Jack telah mati diharapkan Jack bisa dibawa keluar oleh Nick dari ruangan itu dan melarikan diri untuk melapor ke kepolisian sesuai yang instruksi yang telah diberikan Ma.

Akhirnya siasat itu berhasil dijalankan walaupun tak semulus rencana. Hingga polisi menemukan Jack, dan Jack dengan banyak ketakutannya dengan orang-orang yang ia temui, menceritakan singkat-singkat apa yang ia alami kepada polisi. Maklum saja Jack saat itu hanya mengenal manusia itu adalah dirinya dan ibunya, dan yang lainnya tak nyata. Akhirnya polisi menemukan gudang itu dan Ma bisa ikut dibebaskan.

Selepas keluar dari penyekapan tersebut. Jack merasakan dunia luar terasa aneh baginya. Butuh waktu dan pendekatan agar Jack bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya. Terlebih ibunya yang biasa selalu dekat dengan dia terasa semakin menjauh darinya.

Ma memang kelihatan yang paling depresi dari kejadian ini. Setelah keluar dari penyekapan itu Ma jadi sosok yang pemarah, sangat sensitif. Bukan tanpa sebab, ia merasa selama dipenyekapan ibunya tak pernah mencari dia dan mereka tak peduli dengan keberadaannya. Ditambah juga ibunya yang ternyata sudah berpisah dengan ayahnya menambah beban dari Ma.

Bukan itu saja, Ma harus mendapat tekanan dari orang-orang dan para pencari berita yang ingin mengetahui kejadian sebenarnya yang menimpa mereka. Namun lambat laun berkat bantuan orang-orang terdekat terutama Jack, Ma mulai bisa melewati itu semua. Hingga akhirnya Ma dan Jack bisa hidup normal bersama.

Photo Credit to dailynewsservice.co.uk



Saturday, July 8, 2017

Kepergian Naya


Sebelum membaca cerita dibawah ini, disunahkan untuk membaca dulu cerita dengan judul Kamu Datang dan Pergi Terlalu Cepat. Biar lebih nyambung bacanya siapa tahu udah nyambung mah bisa dibawa ke jenjang yang lebih serius. 

Hari ini akhirnya tiba juga; saat Raya harus rela ditinggal Naya untuk waktu yang tidak dapat ditentukan. Bisa jadi Raya akan ditinggalkan dengan berhari-hari, bertahun-tahun, berpuluh-puluh tahun atau mungkin Naya tak akan kembali. Kepergian Naya ini sangatlah mengejutkan Raya. Hanya berselang satu minggu sebelum Naya pergi, ia mengabari Raya.

Ia kira Naya hanya bergurau soal kepergiannya. Tenyata dia benar-benar serius. Saat itu waktu terasa terhenti sejenak. Raya tak bisa berkata apa-apa. Harus diakui pertemuan mereka memang terlalu singkat. Tapi setiap kejadian bersama yang mereka lalui akan selalu hidup dalam ingatan Raya. Naya memang seorang wanita yang nyaris sempurna, yang telah berhasil membuat lelaki itu jatuh hati. Setiap hari Raya selalu ingin kembali ke waktu itu, kemasa dimana mereka habiskan waktu bersama.

Bandara Husein Sastranegara tak pernah lebih menyesakkan daripada hari ini. Bukan, karena ramainya pengunjung dan suara gaduh puluhan roda troli yang diseret kesana-kemari oleh para pramugari, tapi di tempat inilah ia akan ditinggalkan oleh Naya. Disinilah kata perpisahan dengan iringian sendu dan air mata akan tercipta dari dua insan yang hidup di bumi.

Sebelum berangkat, ia peluk erat Naya, dalam hati kecilnya ia berkata “Tuhan untuk hari ini saja ijinkan aku jadi hamba yang cengeng, air mataku tak bisa dibendung lagi”. Seketika itu juga punggung Naya mulai terbasahi tetes air mata Raya.

“jaga dirimu baik-baik. Aku selalu merindukanmu,” bisik Raya ke telinga kecil Naya.

Tubuhnya semakin erat memeluk Naya. Ia tau mau pelukan itu berakhir. Ia ingin lebih lama merasakan hangatnya tubuh Naya dan wangi parfumnya yang semerbak. Tapi waktu tak menyetujuinya.

Dilepaskanlah pelukan itu dengan lembut, Naya memasang wajah yang seolah tegar dengan keadaan ini. Dia tak mau menambah beban kesedihan yang dirasakan oleh Raya. 

“Aku akan selalu menunggu dan menyambut kepulangmu.” Pelan dan sedikit tersendu-sendu ia katakan pada Naya. Beberapa kata perpisahan pun terlontar dari mulutnya yang lambat laun semakin kabur tertutupi tangisnya yang semakin keras namun terasa lembut.

Lambaian tangan itu, tangisan itu, ucapan itu mengiringi kepergian Naya. Dia perlahan menghilang di tengah ramainya bandara. Sosoknya semakin hilang tak berbekas di balik pintu keberangkatan domestik.
                                                                                 
Kepergian Naya ke kota Khatulistiwa dengan waktu yang belum pasti kepulangannya, adalah sebuah jalan hidup yang telah dia ambil. Raya tak bisa melarangnya karena saat ini ia bukan alasan untuk Naya tetap bertahan disini. 

Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam dan hari demi hari terasa berputar lebih lama semenjak kepergian Naya. Komunikasi mereka memang masih terjaga. Setiap malam selalu ada kabar yang datang, entah kabar dari Raya terlebih dahulu atau sebaliknya.

Semua masih terasa sama dan terjaga seperti sebelum kepergian Naya. Hingga 6 bulan kemudian, kerinduan mereka semakin memuncak. Apalagi mereka tak bertemu secara nyata setelah hari itu di bandara, hanya lewat aplikasi smartphone dengan modal kuota mereka saling berkomunikasi. Kadang mereka melakukan video call semalaman suntuk sampai salah satu dari mereka tertidur, hanya untuk melepas dahaga rindu.

Namun dahaga rindu memang tak akan hilang begitu saja hanya dengan menatap wajah seseorang di layar smartphone. Malah kerinduan itu akan semakin merindu atau semakin memudar. Merindu karena rasa rindu ingin bertemu yang tetap terjaga atau malah memudar karena salah satu dari mereka mulai terbiasa tanpa kehadiran seseorang. Memang sudah paling benar obat rindu yang paling mujarab adalah bertatap muka langsung yang dibumbui dengan pelukan hangat yang akan membuat hati nyaman dan damai.

Saat ini jarak memang jadi persoalan serius bagi mereka. Karena sebuah komunikasi tanpa kontak langsung lambat laun akan mulai meregang. Hari-hari dan bulan-bulan berikutnya komunikasi mereka semakin hambar. Bak sayur tanpa garam. Tapi mereka tetap berusaha untuk saling menjaga komunikasi. Kadang mereka hanya menyapa dipagi hari dan membalasnya di sore atau malam hari.

Semua berjalan terasa lebih lambat dari sebelumnya, hingga kabar terakhir yang didapatkan Raya adalah: Naya memberitahukan bahwa dia disana sudah menemukan teman yang hampir selalu ada untuk dia. Namanya Riga, dia bercerita Riga adalah sosok yang selalu menebar senyum dan selalu bersikap manja kepada Naya.

Sontak kabar ini membuat shock Raya. Raya berpikir bahwa Naya telah menemukan sosok pengganti dia disana. Ia mulai berkecil hati, tak ada tempat lagi di hati Naya untuk dia. Ia memang saat ini tak bisa selalu ada disamping Naya. Bukan karena tak ingin tapi jarak dan kesibukannya menjadi persoalan nyata baginya.

Setelah kejadian itu, Naya malah semakin sering menceritakan tentang Riga. Namun Raya selalu ragu untuk menanyakan siapakah sebenarnya Riga itu. Apa hubungan yang dia jalin dengan sosok yang bernama Riga itu. Ia pikir, ketika ia bertanya tentang hal itu, hanya akan membuat semakin runyam dan semakin berjaraknya komunikasi diantara mereka. Apalagi raya adalah sosok yang cukup temperamental dan agak keras kepala tapi ia selalu merasa bersalah diakhir dan menyalahkan diri sendiri.  

Naya mulai merasakan ada perubahan terhadap diri Raya. Balesan chatnya kini tak sehangat dulu. Ia sekarang jadi tak asik lagi, chatnya dibalas dengan singkat-singkat. Melihat perubahan ini Naya berpikir apakah penyebabnya karena sosok Riga yang selalu dia bicarakan. Padahal bagi Naya, Raya masih tetap menjadi orang yang dia cinta dan sayangi, karena cinta dan sayang Naya ke Riga tak lebih hanya kepada sesosok orang utan yang dilindungi negara yang kebetulan dia temui di penangkaran orang utan dekat kantor dia bekerja.

Photo Credit to bostonherald.com


Tuesday, June 20, 2017

Larut Dalam Sebuah Film Drama

Film bergenre drama tak jarang hanya membuat penonton mengantuk dan menguap lebih sering. Karena dalam film drama kamu tak akan menemukan efek animasi mutakhir, yang akan melahirkan kata wah dari mulutmu. Ini sudah dibuktikan oleh teman saya. Sebut saja namanya Juned. Ia selalu mengantuk dan mengantuk ketika disuguhkan film bergenre drama.

Memang bukan salah Juned. Salahkan saja mereka yang menonton film di bioskop hanya untuk bermesraan. Dalam menggarap film bergenre drama diperlukan sutradara handal. Seorang sutradara yang mampu meracik sebuah cerita yang dikolaborasikan dengan kepiawaian yang ia miliki guna menghasilkan sebuah mahakarya. Ia harus bisa membuat sebuah alur cerita dari detik pertama ke detik berikutnya semakin dalam, semakin dalam, semakin dalam, hingga penonton larut ke dalam film tersebut.

Hingga saat ini yang berhasil membuat saya meneteskan air mata hanya film Titanic. Selebihnya mata saya hanya berkaca-kaca padahal mata saya tak sedikitpun terbuat dari kaca.

Jika melihat dari setiap unsur pembentuknya, film termasuk kedalam sebuah karya seni. Sebuah karya seni yang paling rumit menggabungkan visual, verbal dan penceritaan yang begitu kompleks. Dan bisa dikatakan film adalah karya seni yang paling mendekati realitas. Karena film merupakan representasi dari dunia nyata.

Ngobrolin tentang film tak lengkap jika tidak sambil ngopi. Maka dari itu ambil dulu sana kopimu biar ga ngantuk kaya Juned. Seperti biasa, setiap selasa di Kedai Prenger memutarkan film-film anti mainstream. Setelah seminggu sebelumnya memutarkan film No One Knows About Persian Cats karya Bahman Ghobadi, kini karya ia kembali di putar dengan judul Turtle Can fly.  
 

Turtle Can Fly sendiri sebuah film yang menceritakan kehidupan kaum kurdi terutama anak-anak yang kehilangan orang tua mereka akibat perang yang terjadi antar pihak Saddam Hussein dengan tentara Amerika. Berlatar lokasi pengungsian yang terletak di perbatasan Irak-Iran. Dimana lokasi tersebut dikelilingi ranjau darat milik Amerika.

Sebuah perjuangan hidup dilakoni anak-anak yang harus menanggung beban layaknya orang dewasa. Di usianya yang masih belia mereka dipaksa untuk bertanggung jawab atas hidupnya sendiri. Mereka bertahan hidup dengan mengumpulkan ranjau darat dan menjualnya. Tak jarang mereka harus kehilangan anggota tubuhnya ketika bertugas mencari ranjau.

Tak hanya itu saja yang menjadi sorotan di film ini. Film ini menyoroti bagaimana kehidupan seorang anak perempuan yang harus menanggung beban moril dan membesarkan anak. Seorang anak yang bukan adiknya tapi seorang anak yang lahir dari rahim ia sendiri.  Setelah si gadis kehilangan orang tuanya ia diperkosa hingga melahirkan seorang anak yang kini ia besarkan.

Dalam film ini kita bisa melihat sisi lain kehidupan yang terjadi akibat suatu perang. Dimana dentumanan peluru, dahsyatnya ledakan bom tak pernah terlihat lebih hebat dari perjuangan hidup anak-anak korban perang.     

Perang hanya menyisakan duka bagi rakyat kecil dan memberikan kesenangan bagi orang besar. Meminjam kata-kata dari George Orwell : Semua propaganda perang, semua teriakan dan kebohongan dan kebencian, datang selalu dari orang-orang yang tidak berkelahi.



Photo Credit to riff.is

Thursday, June 15, 2017

Lengsernya Pangeran Roma




Menjelang akhir musim Serie A, beredar kabar mengejutkan dari AS Roma. Bukan tentang gagalnya AS Roma meraih scudetto di musim ini. Tapi suatu hal yang lebih besar bagi Romanisti khususnya dan warga Italia pada umumnya, yakni lengsernya Pangeran Roma bernama Francesco Totti.

Jangan pura-pura ga tau siapa itu mas Totti. Totti salah satu pemain AS Roma yang paling Roma banget diantara pemain lainnya. Telah dicurahkan semua tenaga dan jiwa beliau untuk tim ini. Kalian boleh sebut saja dengan loyalitas tanpa batas.

Tuesday, June 6, 2017

Kamar Gelap


Malam yang begitu dingin menusuk kesetiap inchi tulang. Memaksa lelaki dan perempuan itu untuk masuk ke sebuah warung kopi di bilangan Pasirkaliki. Tentu warung kopi tempat yang tepat, murah dan bisa menghangatkan tubuh dari dinginnya malam.

Lelaki itu memakai baju merah bergambar kartu joker, celana jeans lusuh dengan robekkan tepat dilututnya, dan sandal capit warna hijau. Dari raut wajahnya menunjukan ia berumur sekitar tiga puluh tahunan. Sedangkan si perempuan terlihat lebih muda mungkin berumur sekitar dua puluh dua tahunan. Dia punya rambut hitam panjang terurai, tubuh putihnya ia balut dengan tank top dan paha mulus tanpa bulu ia tutupi dengan rok merah jambu, lima centimeter di atas lutut. Dia juga pakai gincu merah di bibir manisnya.

“Mau minum apa?" Tanya si perempuan
“Aku mau minum wedang jahe aja,” kata si lelaki
“Baiklah, kalau aku mau pesan kopi saja”
“Sejak kapan kamu suka kopi? Ko aku ga tau sih"
“Makanya banyakin waktu bareng aku” cetus si gadis
“Hushhh” Si Lelaki dengan nada cukup kesal

Dipanggilah penjaga warung. Penjaga warung kopi itu seorang ibu paruh baya dengan gelang emas di tangannya. Lalu si lelaki menyebutkan dengan fasih pesanannya. Tak perlu menunggu waktu lama, pesanan mereka datang. Secangkir kopi panas dan segelas wedang jahe.

“Hari ini aku belum dapat uang sepeserpun” keluh si perempuan
“Sabar, kalau sudah rezekimu pasti bakalan datang, banyakin senyum aja”
“Yaelah, apa hubungannya rezeki sama senyum”
“Ada donk, tapi aku malas beritahu kamu. Pikir aja sendiri!”

Si gadis menyeruput kopi yang ia pesan dengan nikmat. Sementara di luar hanya terlihat satu dua kendaraan yang lewat. Sinar lampu remang-remang memberikan penerangan yang seadanya di jalan sempit itu.

Berselang sepuluh menit kemudian terlihat seorang pria berdiri di dekat tiang lampu. Tentu si perempuan penasaran dengan apa yang sedang di cari si pria dekat tiang lampu tersebut.

“Aku pergi dulu yah, siapa tahu orang yang disana bisa membawa aku pada pundi-pundi uang, kamu bayarin kopi aku yah!”
“Oke, jangan lupa kunci kamarnya yah”
“Tenang aja, semua udah aman”

Lantas ia pamit pada si lelaki yang berada disampingnya dan bergegas menghampiri pria itu. Sementara si lelaki masih duduk di warung kopi, menghabiskan wedang jahenya.

“Mas, ada yang bisa saya bantu” Si perempuan sambil melempar senyum nakalnya
“Eh, mbak. Saya lagi bingung cari penginapan murah sekitar sini”
“Kebetulan sekali saya punya penginapan murah yang bisa disewa jam-jamanan atau harian”
“Boleh saya lihat dulu, mbak!”
“Boleh banget, yuk ikut saya!”

Si perempuan mengajak si pria itu untuk menuju penginapan. Mereka berjalan kaki menuju penginapan, si pria terlihat cukup heran melihat banyak sekali wanita seksi berjajar, bak semua mannequin si etalase toko. Ia ingin menanyakan pada si perempuan tapi ragu.
  
Akhirnya mereka sampai di penginapan. Lantas si perempuan membuka kunci penginapan tersebut. Terlihat seekor kucing sedang tidur di salah satu sofa, entah masuk lewat mana. Si perempuan tak mau tahu dan langsung mengusir kucing dari tidurnya yang nyenyak. Penginapan tersebut merupakan rumah dengan satu ruang tamu dan empat kamar tidur. Mereka berdua masuk ke rumah, dan kamar-kamar yang semula gelap dinyalakan.

Si pria melihat-lihat kamar yang bisa ia pilih untuk di tempati malam ini. Karena sudah terlalu capek si pria langsung memilih salah satu kamar. Setelah memilih kamar lantas si pria nego harga sewa kamar dengan si perempuan. Negosiasi berjalan cukup alot, karena si pria sudah malas keluar mencari penginapan lain, akhirnya ia menyetujui juga harganya.

Si perempuan memberikan kunci kamar kepada si pria. Dan ia meloyor keluar rumah, sambil berkata “Mas kalau cari kehangatan bisa telpon saya aja, itu nomor saya ada di meja.” Si perempuan pulang ke rumahnya yang sebenarnya tak terlalu jauh dari penginapan tadi. Dimana si lelaki di warung kopi yang merupakan suaminya sudah menunggu ia dirumah. 
Photo Credit to allsportsjewelry.info